Beranda Artikel Arab Saudi Dilanda Hujan Deras dan Angin Berdebu, Bagaimana Kondisinya untuk Jamaah Umroh?
Kembali
31 Aug 2026

Arab Saudi Dilanda Hujan Deras dan Angin Berdebu, Bagaimana Kondisinya untuk Jamaah Umroh?

Arab Saudi Dilanda Hujan Deras dan Angin Berdebu, Bagaimana Kondisinya untuk Jamaah Umroh?

Cuaca di Arab Saudi kembali menjadi perhatian. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah wilayah mengalami hujan disertai badai petir, angin kencang, serta debu dan pasir yang beterbangan.

Kondisi ini juga terjadi di sejumlah wilayah yang menjadi tujuan jamaah Umroh, termasuk kawasan Makkah dan Madinah. Karena itu, calon jamaah dan jamaah yang sedang berada di Tanah Suci perlu memperhatikan informasi cuaca terbaru dari otoritas setempat.

NCM Keluarkan Peringatan Cuaca

National Center for Meteorology (NCM) atau Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi melaporkan adanya potensi badai petir dengan hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Kerajaan.

Dalam laporan NCM pada 30 Agustus 2026, hujan sedang hingga lebat yang berpotensi menyebabkan banjir bandang diperkirakan terjadi di beberapa bagian wilayah Jazan, Asir, Al-Baha, dan Makkah, disertai angin aktif yang dapat mengangkat debu dan pasir. Awan hujan juga berpotensi terbentuk di beberapa wilayah termasuk Madinah.

NCM juga mengingatkan masyarakat untuk terus mengikuti pembaruan prakiraan cuaca dan peringatan resmi karena kondisi dapat berubah dengan cepat.

Makkah Mengalami Hujan dan Angin Berdebu

Wilayah Makkah juga masuk dalam pemantauan cuaca NCM.

Pada 30 Agustus, NCM mengeluarkan peringatan untuk beberapa wilayah di Makkah terkait hujan dan angin aktif. Di sejumlah lokasi, hujan dapat disertai petir dan penurunan jarak pandang.

Untuk 31 Agustus 2026, NCM juga mengeluarkan peringatan terkait debu beterbangan di sejumlah wilayah Makkah, termasuk Al-Lith dan Bahrah, dengan angin aktif mencapai sekitar 40–49 km/jam dan jarak pandang horizontal yang dapat menurun menjadi 3–5 km.

Artinya, jamaah yang sedang melakukan aktivitas di luar ruangan perlu memperhatikan perkembangan cuaca, terutama ketika berpindah menggunakan kendaraan atau melakukan aktivitas di area terbuka.

Bagaimana dengan Madinah?

Madinah juga tidak sepenuhnya terlepas dari perubahan cuaca.

NCM mencatat adanya angin aktif di wilayah Madinah pada 30 Agustus. Pada periode yang sama, beberapa bagian wilayah Madinah juga mendapatkan peringatan terkait hujan dan kondisi yang dapat disertai angin aktif serta penurunan jarak pandang.

Kondisi ini menunjukkan bahwa cuaca di Tanah Suci tidak selalu identik dengan panas dan kering. Pada periode tertentu, hujan dan angin kencang juga dapat terjadi.

Hujan Lebat dan Debu Bisa Terjadi Bersamaan

Salah satu hal yang menarik dari kondisi cuaca kali ini adalah munculnya hujan dan angin pengangkat debu dalam sistem cuaca yang sama.

NCM menyebut badai petir sedang hingga lebat di sejumlah wilayah dapat disertai angin aktif yang mengangkat debu dan pasir. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi jarak pandang dan aktivitas masyarakat.

Bagi jamaah Umroh, kondisi seperti ini menjadi pengingat bahwa perjalanan di Tanah Suci tetap perlu memperhatikan faktor cuaca, meskipun tujuan utamanya adalah beribadah.

Apa yang Perlu Diperhatikan Jamaah Umroh?

Perubahan cuaca tidak perlu membuat jamaah khawatir secara berlebihan. Namun, jamaah tetap perlu mengikuti arahan dari pihak berwenang dan penyelenggara perjalanan.

Ketika terjadi hujan deras atau angin berdebu, aktivitas di luar ruangan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi. Jamaah juga perlu memperhatikan informasi mengenai perjalanan kendaraan, kondisi jalan, dan perubahan agenda apabila diperlukan.

Yang paling penting adalah tidak memaksakan aktivitas ketika kondisi cuaca berisiko.

Cuaca Arab Saudi Tidak Selalu Sama Setiap Waktu

Kondisi cuaca terbaru ini juga menjadi pengingat bahwa Arab Saudi memiliki pola cuaca yang dapat berubah berdasarkan wilayah dan waktu.

Bahkan, laporan iklim NCM untuk Agustus–Oktober 2026 sebelumnya memperkirakan suhu rata-rata di sebagian besar wilayah Arab Saudi berada di atas normal. Untuk September, NCM memperkirakan curah hujan dapat berada di atas rata-rata di sejumlah wilayah, termasuk Madinah dan sebagian wilayah Makkah. Sementara Oktober diperkirakan memiliki curah hujan di atas rata-rata di sebagian besar wilayah Kerajaan.

Karena itu, jamaah tidak cukup hanya melihat kondisi cuaca ketika menentukan waktu keberangkatan. Informasi cuaca terbaru juga perlu diperhatikan menjelang dan selama perjalanan.

Tetap Tenang dan Ikuti Informasi Resmi

Hujan deras, angin kencang, maupun debu merupakan fenomena cuaca yang dapat terjadi di Arab Saudi. Bagi jamaah Umroh, yang terpenting adalah tetap tenang, mengikuti arahan NCM dan otoritas setempat, serta berkoordinasi dengan Tour Leader selama perjalanan.

Binbaz Tour & Travel juga menempatkan pendampingan jamaah sebagai bagian penting dalam perjalanan Umroh, sehingga informasi mengenai kondisi perjalanan dapat disampaikan dan dikoordinasikan selama jamaah berada di Tanah Suci.

Bagi yang akan berangkat Umroh dalam waktu dekat, informasi cuaca sebaiknya terus dipantau hingga hari keberangkatan karena prakiraan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer.

Tag Terkait:
#cuaca Arab Saudi #hujan deras Arab Saudi #badai pasir Arab Saudi #badai pasir Makkah #hujan Makkah #cuaca Makkah hari ini #cuaca Madinah #NCM Arab Saudi #cuaca Umroh #kondisi cuaca saat Umroh #Umroh Arab Saudi #Binbaz Tour & Travel #Travel Umroh Binbaz